KARL MAY

July 10, 2009 Comments Off on KARL MAY

‹img src=”menulis-fiksi.gif” alt=”menulis fiksi”/›Carl Friedrich May lahir ditengah keluarga miskin di kota kecil Ernstthal, Saxony, Jerman Timur pada 25 februari 1842. Karl May kecil mengalami kebutaan sejak lahir akibat kekurangan vitamin A dan D. Namun disinilah awal imajinasinya akan kisah-kisah petualangan mulai ditumbuhkan oleh neneknya Johanne Christiane May. Neneknya terus mengisahkan dongeng-dongeng petualangan untuk menghibur Karl kecil. Di usia lima tahun, Karl akhirnya bisa melihat kembali setelah sukses mengoperasi matanya. Dalam perjalanan usianya kemudian, Karl mengalami rachitis yang mengakibatkan kakinya bengkok. Tingginya pun tidak berkembang selayaknya orang eropa lainnya, yaitu hanya sekitar 166 cm.

Selain keterbatasan fisiknya, Karl May pun pernah mengidap gangguan kejiwaan parah, Dissosiative Identity Disorder (DID) atau berkepribadian ganda, yang menyebabkan ia kerap menjadi pribadi-pribadi yang berbeda. Pernah suatu waktu, saat ia mengajar sebagai guru, Karl dituduh mencuri jam milik temannya. Meski Karl selalu menyangkal tuduhan ini, izin mengajarnya kemudian dicabut. Karena pencurian yang dilakukannya, Karl harus mendekam di penjara selama 7 tahun.. Masa-masa berada di dalam penjara inilah yang menjadi titik balik dalam hidup Karl May. Dia menghabiskan waktu dengan membaca banyak buku, terutama buku-buku geografi. Pihak penjara memberinya hak khusus untuk meminjam buku-buku dari perpustakaan.

Dengan imajinasinya yang kuat dan kegemarannya membaca buku, Karl mulai mencoba menulis buku. Buku pertamanya In Fernen Western terbit di tahun 1879 saat ia berumur 37 tahun. Namun buku itu tidak mendapat respon pasar. Meski kurang sukses sebagai penulis, karya Karl terus terbit, seperti cerita anak-anak & remaja yang telah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia; Anak Pemburu Beruang, Harta dari Danau perak & Raja Minyak. Kesuksesan mulai menghampiri Karl saat penerbit Friedrich Ernst Fehsenfeld menerbitkan seri hardcover Kara Ben Nemsi, yang disusul kemudian trilogi Winnetou (1893). Karya-karya Karl hingga kini sudah terjual lebh dari 200 juta kopi diseluruh dunia dan diterjemahkan kedalam lebih 30 bahasa.

Karl May selalu melebur kedalam karakter karya-karyanya. Saya sendiri sewaktu SD, setiap membaca Winnetou selalu menganggap tokoh Old Shatterhand adalah Karl May asli.

Comments are closed.

What’s this?

You are currently reading KARL MAY at MENULIS CERITA FIKSI.

meta

%d bloggers like this: